W I B U ?

Wibu adalah orang yang bisa dibilang “over-fanatik” terhadap segala yang berbau Jejepangan. Apalagi Anime dan J-Pop. … Intinya, wibu itu bisa dibilang orang yang terlalu fanatik dengan Jejepangan. Semua perilakunya berkiblat pada Jepang, Jepang, dan Jepang.

Wibu bau bawang, akhir-akhir ini sangat sering kali menjadi bahan bullyan di sosial media. Siapa saja yang memakai photo profile bergambar anime pasti langsung dibully oleh anak-anak yim yam, anak zeeber, anak penghuni page shit post dan lain sebagainya. Semua dalih dan alasan yang diutarakan seorang yang memasang foto profil bergambar anime sama sekali tidak valid, tidak diakui dan tidak bermakna. Begitulah sedikit banyak sindiran yang ditujukan kepada kelompok vvibu yang aktif di medsos. Nah, pertanyaan nya, kok bisa muncul istilah wibu bau bawang ?. Ini bagaimana ceritanya ?, asal-usul vvibu bau bawang ini dari mana ?. Kok bisa dijadikan sebagai bahan meme di berbagai grup dan fanspage di sosmed ?. Pada khususnya di grup-grup shit post, seperti di fp facebook spongebob (siaomi, sigurjel, dan varian nya). Ehem, Daripada anda makin penasaran, langsung saja begini ceritanya.

Apa itu wibu / vvibu

Gak usah terlalu rumit dan dijelaskan secara panjang lebar. Intinya wibu adalah orang-orang di luar jepang yang fanatik dan over proud, terlalu membanggakan dan meninggikan jepang. Baik secara bahasa, kultur budaya, ras, orangnya, produk, anime, manga, lagu, film, dan lain sebagainya.intinya menurut para wibu, jepang is nomer uno, jepang nomer 1, yang lain nya tidak berguna. Bahkan mereka para wibu merasa malu dengan budayanya sendiri. Sungguh tidak mendidique . .

Asal mula / asal muasal istilah wibu bau bawang

Mana saya tahu, saya kan blogger. Jadi saya kurang tahu dengan jelas mengenai asal mula wibu bau bawang ini. Yang jelas, menurut penerawangan dan spekulasi admin. Wibu bau bawang ditujukan kepada para wibu yang jarang mandi, jarang membersihkan diri karena keasikan maraton nonton anime ber season-season. Sampai dibelain begadang 7 hari 7 malam. Dari sanalah, istilah wibu bau bawang bermula.Ada juga mungkin menurut sebagian orang. Para vvibu yang kebanyakan memakai masker disetiap ada event jejepangan. Mengakibatkan pandangan buruk bagi sebagian orang. Banyak orang yang mengganggap vvibu bermasker adalah wibu bau bawang. Karena, mereka memakai masker buat menutupi dan mengurangi bau badan para wibu lain yang seperti bawang :’v. Ah sudahlah, saya juga bingung. Mungkin para pembaca sekalian ada yang tahu asal-muasal wibu bau bawang ini ?.

Penutup

Ya, sampai disini dulu. Watashi mau mencari informasi lanjutan tentang para wibu bau bawang ini. intinya watashi ngak mau jadi korban bully para anak jim-jam diluar sana. Karena watashi juga termasuk seorang vvibu junior #kidding mank.

Ya pada intinya, wibu bau bawang berasal dari bau para wibu yang tidak mandi selama 7 hari 7 malam. Sehingga menyebabkan keringatnya bau bawang. Kalau watashi si ngak termasuk golongan para wibu. Watashi, boku, ore Cuma sekedar anime lovers yang standar saja, Cuma sekedar suka ama kartun jepang. Jadi watashi ngak bau bawang. Semoga bermanfaat . . . arigatou :’v

K – Popers ??

Aneh tapi nyata, seorang KPopers bisa mendapatkan banyak teman baru hanya karena mereka menyukai idol yang sama. Malah diantara mereka menjadi teman dekat karena saling update info tentang bias yang sama. Kalau kamu KPopers pasti kamu akan senyum-senyum sendiri, sambil nyengir-nyengir baca fakta berikut ini.

1. Jago dua bahasa sekaligus gara-gara subtittle

Walau tanpa subtittle sudah bikin kita ketawa, bukan berati subtittle itu gak penting. Eng sub atau translator bahasa Korea untuk para fangirl itu penting.

Secara para Idol Korea kalau update medsos ya pake Hangul, ngomong pake hangul, jadi bisa hangul itu sudah salah satu life goals para fangirl idol KPop. Selain nambah ilmu juga lumayan, memahami oppa ngomong apa.

2. Suka nyanyi sendiri, walaupun orang lain gak ngerti, pokoknya nyanyi!

Biasanya yang gak jago nyanyi, bakal berujung kayak gini, ngomong gak jelas. Paling rajin sih, Google dulu lirik lagunya, nyanyiin di kamar, naik level nyanyi di kamar mandi dan yang paling kece sih nanyi di tempat karoke sambil dance ala-ala artis korea di MV-nya. Kece gak tuh?

3. Ketawa sendiri karena nonton acara tv-nya

Ini yang pasti gak hanya saya yang ngalamin, tapi pasti kebanyakan dari yang baca juga pernah ngalamin ini. Dapet pertanyaan atau ditegur gara-gara ketawa sendiri liat Idol di variety show, pas nonton sih kita doang yang ketawa sampai orang-orang heran lihatnya.

4. Kesal karena Idol dikatain orang lain

Biasanya yang begini sering terjadi di media sosial para fangirl. Kalau kamu termasuk fangirl baru, pasti masih semangat banget belain oppa yang di katain orang.

Sepele sih, tapi ya namanya idol dikatain pasti kesel. Tapi beda nih sama fangirl yang senior alias yang udah lama banget jadi fangirl. Sudah biasa menanggapi soal kayak gitu, mereka biasanya lebih paham. Jadi fangirl yang dewasa ya, yang memandang sesuatu gak hanya dari mata kita aja, tapi juga dari sisi orang lain.

Fangirl cinta damai!

5. Dapat teman baru karena suka idol yang sama

Ini nih yang keren dari para fangirl KPop, mereka gak pernah ketemu sebelumnya. Biasanya ketemu lewat media sosial karena berbagi info idol KPop yang sama, bisa langsung jadi akrab dan temenan gara-gara itu. Aneh tapi nyata. Bahkan ada yang jadi teman curhat. Hayo, apa ada yang kayak gini?

6. Jatuh cinta sama idola

Apakah ada yang setiap hari senyum terus kalau liat berita tentang bias? Rasanya senang sekali, gak tahu kenapa. Hanya mereka yang paham. Buat fangirl KPop, bias bagaikan oppa, pacar, bahkan suami khayalan mereka.

Itu sebabnya kalau ada yang bilang KPopers jomblo, karena mereka cukup jadi stand idolnya aja udah buat bahagia, tanpa butuh pasangan yang membuat bahagia.

7. Ritual wajib, rajin menabung

Kalau cewek biasanya nabung buat beli makup, beda sama fangirl. Mereka nabung atau bahkan gajiannya di pakai buat beli album dan tiket konser idolanya. Tapi ingat, kalau uangnya tidak cukup untuk beli album atau tiket konser, jangan memaksakan atau malah menyusahkan orangtua ya buat sesuatu hal yang sebenarnya gak di butuhkan. Selama masih bisa menabung dari uang jajan, jangan sampai menyusahkan orangtua ya.

Jadi, apakah ada yang merasakan hal-hal di atas? Kalau iya, berati kita sama. Namun ingat ya, suka boleh, fanatik jangan. kalau kalian lagi semangat atau lagi suka banget sama oppa, ya dinikmati aja. Karena seiring waktu kalian akan tumbuh dewasa dan sadar “Ih kok gue dulu gitu ya?”.

Karena memang ada masanya seseorang akan merasakan hal semacam ini, tapi sebisa mungkin kita membatasi dan jangan berlebihan. Karena yang berlebihan itu gak baik.

Buang Air Kecil Bercabang ?

Kencing menyebar dapat terjadi pada keadaan normal dimana lubang saluran kencing yang bervariasi bentuknya tidak menyebabkan pancaran yang benar-benar satu pancaran. Namun ada sebuah kelainan yang dapat terjadi pada saluran kencing dan menyebabkan pancaran bercabang, yaitu pada striktur urethra (penyempitan jalan keluar kencing). Penyempitan dapat terjadi karena ada riwayat trauma (benturan) yang melibatkan saluran kencing, batu saluran kencing, atau dapat pula disebabkan karena pemasangan selang kateter atau prosedur medis lain melibatkan urethra.
Selain itu, ada juga penyebab kencing bercabang, yaitu pasca infeksi. Infeksi di saluran kencing/kelamin seperti gonorrhea juga dapat menyebabkan penyempitan saluran kencing. Apakah Anda pernah terkena infeksi kelamin?

Kencing bercabang juga dapat terjadi pada orang-orang yang belum disunat. Preputium (kulup) dapat mengubah arah aliran kencing menjadi 2 arah. Jika keluhan dirasakan sangat mengganggu sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis bedah urologi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami sulit mendiagnosis penyakit dengan informasi yang terbatas dan tanpa melakukan pemeriksaan fisik.

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)

Salam,

Fakta Politeknik Lebih Unggul Dari Universitas

Saat ini, para lulusan sekolah menengah, baik Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maupun Madrasah Aliyah (MA), tentu sebahagian besar lagi berjuang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihannya. Gampang ditebak, PTN di Pulau Jawa, akan diserbu banyak sekali peminat dari seluruh penjuru tanah air, meski kemungkinan lulus hanya 1:100 atau lebih.

Kalau dilihat dari sisi fakultas yang dipilih, maka fakultas yang secara historis selalu menjadi pilihan utama, sampai sekarang tetap amat ketat persaingannya seperti kedokteran, teknik industri, akuntansi, dan manajemen. Sebetulnya fakultas-fakultas favorit di atas masih relatif general sifatnya, dan boleh dikatakan terlalu mainstream. Padahal, makin spesifik bidang yang ditekuni, akan membuat mahasiswa lebih fokus dan cepat menyelesaikan studi, dengan catatan betul-betul sesuai dengan minat dan bakatnya.

Masalahnya, lulusan sekolah menengah masih banyak yang belum mampu mendeteksi bidang spesifik apa yang betul-betul diminatinya dan didukung oleh bakat serta kompetensi yang dipunyainya. Alhasil pilihan mereka banyak yang tergantung pada pilihan orang tua, kakak-kakaknya, atau ikut-ikutan teman. Tak heran, tak sedikit  mahasiswa yang setelah terlanjur kuliah, baru menyadari ia sangat tidak meminati bidang yang ia tekuni.

Ada mahasiswa kedokteran yang tiba-tiba tidak mau lagi menuntaskan kuliah justru setelah ia menyelesaikan teori di kelas selama 8 semester. Saat memulai kuliah praktik di rumahsakit ia merasa sangat tidak suka. Ada pula yang kuliah di arsitektur terus keluar setelah 6 semester, karena dulu mengira arsitektur berkaitan dengan hobinya menggambar. Ternyata ia merasa tidak cocok dan mulai kuliah lagi di disain grafis.

Hari Selasa (16/5) yang lalu telah dilaksanakan ujian seleksi secara serentak masuk PTN di seluruh Indonesia. Sambil menunggu hasil seleksi tersebut, tidak ada salahnya para calon mahasiswa berjaga-janga dengan mendaftar lagi ke PT lain. Nah dalam hal ini, ada baiknya tidak terfokus pada PT umum saja, tapi juga mencermati PT yang menawarkan program studi yang bukan mainstream.

Coba simak daftar PT unggulan atau yang mendapat akreditasi A dari pemerintah melalui serangkaian penilaian oleh instansi terkait. Sampai saat ini ada 49 PT yang masuk golongan unggulan ini. Menarik bahwa di samping PTN dan PT swasta yang sudah punya nama, terselip beberapa PT kedinasan serta politeknik yang masuk PT unggulan, yang mempunyai bidang studi yang relatif spesifik.

Contohnya adalah Politeknik Negeri di Surabaya, Bandung, dan Semarang. Ada lagi Universitas Multimedia Nusantara di Serpong, Universitas Pertahanan di  Jakarta, dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran di Jakarta. Beberapa politeknik negeri punya kekhususan yang berbeda. Di Surabaya ada dua politeknik negeri, yakni politeknik khusus bidang elektronika (yang termasuk akreditasi A di atas) dan bidang perkapalan.

Setelah itu, meski bukan akreditasi A, politeknik berstatus negeri yang tersebar di banyak kota untuk mendukung program pemerintah memperkuat pendidikan yang bersifat vokasi (kejuruan) juga pantas untuk dijadikan pilihan. Ada yang khusus mempelajari bidang manufaktur, bidang kemaritiman, bidang pertanian, bidang media kreatif, dan sebagainya. Lokasinya pun ada yang di kota kabupaten seperti Lhok Seumawe (Aceh), Payakumbuh (Sumbar), Tanah Laut (Kalsel), Nusa Utara (Sulut), Tual (Maluku), sampai ke Fakfak (Papua Barat).

Wajar bila pemerintah bernafsu sekali mengangkat citra politeknik di berbagai daerah, karena politeknik dibekali dengan berbagai program pelatihan yang lebih menitikberatkan praktik atau magang, sehingga ada link and match-nya dengan dunia kerja. Tak heran, beberapa perusahaan telah mem-booking mahasiswa yang akan lulus. Lokasi kuliah disebar agar mahasiswa tidak menumpuk di kota besar.  Di lain pihak, lulusan sarjana, katakanlah sarjana dengan gelar SE, SH, ST, dan sebagainya, ternyata makin menambah jumlah antrean pencari kerja saja.

Kalau begitu kenapa program S1 dari PT umum masih laku keras? Kenapa mahasiswa politeknik merasa kurang bergengsi? Ini bersangkutan dengan citra. Sarjana dengan gelar yang terpajang di belakang nama, terlihat lebih oke. Sementara politeknik dengan program D3 dan D4 tidak memberikan gelar kesarjanaan.

Sarjana, meskipun banyak yang masih menganggur, kalau nanti diterima di sebuah perusahaan besar, maka berpeluang masuk program pengkaderan pejabat di perusahaan tersebut yang disebut dengan management trainee atau Official Development Program (ODP). Sedangkan lulusan politeknik diperlakukan berbeda, meski cepat dapat kerja tapi untuk  posisi bawah. Banyak lulusan politeknik harus kuliah lagi sambil bekerja untuk meraih gelar sarjana, agar karirnya naik. Tapi tentu kuliahnya relatif tidak begitu lama, karena beberapa mata kuliah yang telah diambilnya saat di politeknik, ada yang diakui oleh PT umum.

Nah, dengan demikian, bagi setiap calon mahasiswa harus mampu menilai potensi dirinya, atau bisa minta bantuan biro psikologi. Jika memang punya kemampuan akademis yang di atas rata-rata, dan berbakat di bidang ilmiah, silakan kuliah S1 dan berlanjut di S2 dan S3. Tapi bagi yang lebih tekun dalam praktik langsung, atau punya minat spesifik seperti praktik di bidang pelayaran, kemaritiman, elektronika, pariwisata, disain grafis, dan sebagainya, silakan memilih jalur vokasi.

Bila seorang mahasiswa yang tidak begitu senang membaca untuk membedah berbagai teori, tapi memilih program S1, dan lulus dengan indeks prestasi rata-rata, maka nasibnya dalam persaingan merebut lowongan pekerjaan, juga belum tentu lebih baik ketimbang lulusan politeknik.  Banyak juga sarjana yang akhirnya terpaksa menerima posisi sebagai tenaga kontrak alias outsource di perusahaan, melakukan pekerjaan administarsi atau bahkan pekerjaan “kasar”.

Jadi, tidak selalu lulusan S1 nasibnya lebih baik dari lulusan politeknik. Ini hanya masalah dari mana bertolak dalam memulai karir. Seorang lulusan S1 memahami teori, tapi harus aktif dalam praktik saat memulai karir, agar bisa menguasai seluk beluk pekerjaan. Sebaliknya, lulusan politeknik memulainya dengan pengalaman praktik, sehingga untuk meniti karir harus diperkaya dengan kemampuan manajemen dengan menambah ilmu, baik melalui pelatihan maupun kuliah tambahan.

Artinya, baik lulusan PT umum maupun politeknik, asalkan mau gigih berjuang, baik untuk menguasai sisi teoritis, maupun sisi praktik,  maka masa depan yang cerah telah menanti. Tentu harus didukung pula oleh kreativitas yang tinggi dan kemampuan bersosialisasi.

Kesimpulannya, ada banyak pilihan dalam menentukan PT tempat kuliah. Jangan hanya mencemati PT umum saja. Politeknik dan PT lain yang bersifat spesifik juga layak untuk dipertimbangkan. Jangan terkecoh oleh citra atau unsur gengsi semata-mata.

Politeknik merupakan salah satu perguruan tinggi yang mempunyai ruang lingkup lebih kecil dari Universitas. Perguruan tinggi yang hanya menyelenggarakan Pendidikan Vokasi ini memberikan berbagai jenis gelar dan jurusan. Istilah politeknik memang berfokus pada pelatihan vokasional. Namun, politeknik juga menawarkan banyak jurusan yang tidak hanya tentang teknologi saja.

Tujuan politeknik adalah menyiapkan peserta didik dengan lulusan siap kerja dan mempunyai kemampuan profesional agar mampu menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar taraf hidup masyarakat dan kesejahteraan umat manusia meningkat.

Politeknik sendiri mempunyai sistem pembelajaran yang berbeda dari universitas. Contohnya Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), sistem pembelajaran yang dilakukan oleh PNJ lebih kepada praktik. “Sistem perkuliahan di sini karena kita politeknik jadi basicnya lebih besar praktik dibanding teori,” ujar Andriyanto (45), dosen komputer grafis di Politeknik Negeri Jakarta yang juga menjabat sebagai Kepala Lab. Komputer Teknik Grafika dan Penerbitan.